Home » » FABEL

FABEL

hmm, ini merupakan cernak perdana karya saya, cerpen ini pernah diikutsertakan pada kompetisi menulis online namun belum berhasil menjadi The Winner, so, saya harap anda mau membaca dan memberikan kritik dan saran untuk cernak naas ini :)
Thanks for reading..




IMBALAN YANG SESUAI

Roy adalah adalah kelinci yang baik, jujur dan pintar. Roy selalu mendapatkan peringkat terbaik di kelasnya. Roy sangat gemar membaca dan menggambar, ia sering memenangkan berbagai perlombaan. Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Roy selalu membantu Mamanya menyiapkan sarapan dan membantu Papanya menyirami tanaman bunga di halaman rumah. Karena kebaikannya Roy mempunyai banyak teman dan sahabat, ada Dion si Panda, Albert si Gajah, Rachel si Tupai dan Berta si Rusa. Mereka berlima bersahabat sejak kecil.
Pada minggu pagi ketika roy sedang sarapan, sahabat Roy, Albert menghampiri Roy.
Tok tok tok..
“Assalamualaikum,” salam Albert sambit mengetuk pintu.
“Waalaikumsalam,” sahut Roy sambil membukakan pintu rumahnya. “Ada apa Albert?” tanya Roy heran.
“Dion terkena demam berdarah, sekarang ia sedang dirawat di rumah sakit,” papar Albert.
“Innalillahiwainalillahiraziun, ayo kita jenguk Dion” ajak Roy.
            Setelah itu mereka memberi kabar kepada Rachel dan Brenda yang juga sahabat mereka. Kebetulan Rachel dan Brenda sedang  berkumpul.
“Rchel.. Brenda,” sapa Roy.
“Tumben masih pagi sudah pada kumpul,” kata Rachel sambil tersenyum.
“Dion sakit, sekarang dia sedang dirawat,” Albert memberitahu.
“Hah?!” Rachel dan Brenda kaget.
“Ayo kita jenguk Dion bersama-sama,” ajak Roy bersemangat.
“Oke,” kata Albert, Brenda dan Rachel kompak.
            Mereka berempat pergi ke rumah sakit menaiki becak Pak Bery Beruang. Sesampainya di rumah sakit keempat sahabat itu bingung dimana ruangan Dion dirawat. Lalu Roy bertanya kepada petugas rumah sakit.
“Permisi, numpang tanya kalau ruang Dion dirawat sebelah mana?” tanya Roy sopan.
“Dion dirawat di ruang melati nomor 5, jadi adek lurus aja lalu belok kiri,” petugas rumah sakit menjelaskan.
“Terimakasih,” ucap keempat sahabat itu.
            Mereka langsung menuju ke ruangan Dion dirawat. Roy mebuka pintu sambil mengucapkan salam.
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam,” sahut Mama Dion. “Eh ada Roy, Albert, Brenda dan Rachel, ayo duduk nak.”
Lalu mereka berempatpun duduk sedangkan Dion sedang terbaring lemah.
“Bagaimana keadaan Dion, tante?” tanya Rachel.
“Alhamdulillah mulai membaik,” jawab Mama Dion.
“Syukurlah, tante,” sambung Brenda.
Setelah hampir seharian mereka di rumah sakit, merekapun izin pulang karena mereka belum membuat PR.
“Tante kami izin pulang,” Albert meminta izin.
“Oh iya terimakasih sudah menjenguk Dion,” kata Mama Dion sambil bersalaman dengan keempat sahabat itu.
“Semoga DSion lekas sembuh ya Tante,” kata Rachel mendoakan.
            Akhirnya mereka pulang, ditengah perjalanan pulang. Roy merasa sangat haus. Roy pun memutuskan untuk membeli air mineral.
“Teman-teman aku haus, kalian haus tidak?” kata Roy kepada 3 sahabatnya.
“Iya haus,” kata Rachel.
“Ayo kita beli minum,” ajak Berta.
Mereka berhenti di warung Pak Beni dan membeli air mineral.
“Pak Beni, beli air mineral,” kata Roy.
“Berapa de,” tanya Pak Beni si Ayam.
“Empat pak.”
“Berapa harganya?”
“Semuanya jadi empat ribu.”
Lalu Roy menyodorkan uang Rp.10.000,- “Ini pak uangnya.”
Pak Beni pun memberikan kembaliannya kepada Roy, segera Roy memasukkan uang kedalam tas. Setelah itu Roy dan sahabatnya melanjutkan perjalanan pulang.
            Sesampainya di rumah, Roy menghitung uang kembalian dari Pak Beni. Ternyata kembaliannya kebanyakan. Berhubung hari sudah sore, Roy memutuskan untuk mengembalikan uang kepada pak Beni besok sepulangg sekolah.
            Di sekolah Roy menceritakan kepada sahabat-sahabatnya.
“Teman-teman kemarin uang kembalian Pak Beni lebih,” tutur Roy.
“Jadi kiata harus bagaimana?” tanya Rachel.
“Kita harus mengembalikannya,” sambung Berta.
“Tetapi warung Pak Beni kn jauh,” kata Rachel.
“Kita naik sepeda saja,” ajak Roy.
“Aku setuju,” kata Albert.
            Sepulang sekolah merekapun berangkat ke warung Pak Beni. Setelah menempuh jarak sekitar satu kilometer mereka pun sampai.
“Pak, kemarin uang kembaliannya lebih,” kata Roy sambil menyodorkan uang kepada Pak Beni.
“Alhamdulillah, kalian memang anak yang baik dan jujur.”
Keempat sahabat itupun tersenyum bahagia karena bias berlaku jujur.
“Karena kalian sudah jujur, bapak akan traktir kalian makan baso, mau?” tanya Pak Beni.
“Mau.. mau..,” mereka kegirangan.
            Roy, Albert, Berta, Rachel dan Pak Beni makan baso bersama. Itu semua karena karena kejujuran mereka, mereka mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
                                                            ***









Mimsin Yuda Kartika, kelahiran Cirebon delapan belas tahun yang lalu. Sekarang ia sedang melanjutkan studi di Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Sejak SMA ia aktif menjadi wartawan sekolah di Radar Cirebon. untuk lebih lanjut bias menghubunginya di mimsinyudakartika@yahoo.co.id .

0 komentar:

Posting Komentar

Jam

 
Support : Your Link | Your Link | Your Link
Copyright © 2013. Cotton Candy - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger