Thanks for reading..
IMBALAN YANG SESUAI
Roy adalah adalah kelinci yang baik,
jujur dan pintar. Roy selalu mendapatkan peringkat terbaik di kelasnya. Roy
sangat gemar membaca dan menggambar, ia sering memenangkan berbagai perlombaan.
Setiap pagi sebelum berangkat sekolah, Roy selalu membantu Mamanya menyiapkan
sarapan dan membantu Papanya menyirami tanaman bunga di halaman rumah. Karena
kebaikannya Roy mempunyai banyak teman dan sahabat, ada Dion si Panda, Albert
si Gajah, Rachel si Tupai dan Berta si Rusa. Mereka berlima bersahabat sejak
kecil.
Pada minggu pagi ketika roy sedang
sarapan, sahabat Roy, Albert menghampiri Roy.
Tok
tok tok..
“Assalamualaikum,”
salam Albert sambit mengetuk pintu.
“Waalaikumsalam,”
sahut Roy sambil membukakan pintu rumahnya. “Ada apa Albert?” tanya Roy heran.
“Dion
terkena demam berdarah, sekarang ia sedang dirawat di rumah sakit,” papar
Albert.
“Innalillahiwainalillahiraziun,
ayo kita jenguk Dion” ajak Roy.
Setelah itu mereka memberi kabar
kepada Rachel dan Brenda yang juga sahabat mereka. Kebetulan Rachel dan Brenda
sedang berkumpul.
“Rchel..
Brenda,” sapa Roy.
“Tumben
masih pagi sudah pada kumpul,” kata Rachel sambil tersenyum.
“Dion
sakit, sekarang dia sedang dirawat,” Albert memberitahu.
“Hah?!”
Rachel dan Brenda kaget.
“Ayo
kita jenguk Dion bersama-sama,” ajak Roy bersemangat.
“Oke,”
kata Albert, Brenda dan Rachel kompak.
Mereka berempat pergi ke rumah sakit
menaiki becak Pak Bery Beruang. Sesampainya di rumah sakit keempat sahabat itu
bingung dimana ruangan Dion dirawat. Lalu Roy bertanya kepada petugas rumah
sakit.
“Permisi,
numpang tanya kalau ruang Dion dirawat sebelah mana?” tanya Roy sopan.
“Dion
dirawat di ruang melati nomor 5, jadi adek lurus aja lalu belok kiri,” petugas
rumah sakit menjelaskan.
“Terimakasih,”
ucap keempat sahabat itu.
Mereka langsung menuju ke ruangan
Dion dirawat. Roy mebuka pintu sambil mengucapkan salam.
“Assalamualaikum.”
“Waalaikumsalam,”
sahut Mama Dion. “Eh ada Roy, Albert, Brenda dan Rachel, ayo duduk nak.”
Lalu
mereka berempatpun duduk sedangkan Dion sedang terbaring lemah.
“Bagaimana
keadaan Dion, tante?” tanya Rachel.
“Alhamdulillah
mulai membaik,” jawab Mama Dion.
“Syukurlah,
tante,” sambung Brenda.
Setelah
hampir seharian mereka di rumah sakit, merekapun izin pulang karena mereka
belum membuat PR.
“Tante
kami izin pulang,” Albert meminta izin.
“Oh
iya terimakasih sudah menjenguk Dion,” kata Mama Dion sambil bersalaman dengan
keempat sahabat itu.
“Semoga
DSion lekas sembuh ya Tante,” kata Rachel mendoakan.
Akhirnya mereka pulang, ditengah
perjalanan pulang. Roy merasa sangat haus. Roy pun memutuskan untuk membeli air
mineral.
“Teman-teman
aku haus, kalian haus tidak?” kata Roy kepada 3 sahabatnya.
“Iya
haus,” kata Rachel.
“Ayo
kita beli minum,” ajak Berta.
Mereka
berhenti di warung Pak Beni dan membeli air mineral.
“Pak
Beni, beli air mineral,” kata Roy.
“Berapa
de,” tanya Pak Beni si Ayam.
“Empat
pak.”
“Berapa
harganya?”
“Semuanya
jadi empat ribu.”
Lalu
Roy menyodorkan uang Rp.10.000,- “Ini pak uangnya.”
Pak
Beni pun memberikan kembaliannya kepada Roy, segera Roy memasukkan uang kedalam
tas. Setelah itu Roy dan sahabatnya melanjutkan perjalanan pulang.
Sesampainya di rumah, Roy menghitung
uang kembalian dari Pak Beni. Ternyata kembaliannya kebanyakan. Berhubung hari
sudah sore, Roy memutuskan untuk mengembalikan uang kepada pak Beni besok
sepulangg sekolah.
Di sekolah Roy menceritakan kepada
sahabat-sahabatnya.
“Teman-teman
kemarin uang kembalian Pak Beni lebih,” tutur Roy.
“Jadi
kiata harus bagaimana?” tanya Rachel.
“Kita
harus mengembalikannya,” sambung Berta.
“Tetapi
warung Pak Beni kn jauh,” kata Rachel.
“Kita
naik sepeda saja,” ajak Roy.
“Aku
setuju,” kata Albert.
Sepulang sekolah merekapun berangkat
ke warung Pak Beni. Setelah menempuh jarak sekitar satu kilometer mereka pun
sampai.
“Pak,
kemarin uang kembaliannya lebih,” kata Roy sambil menyodorkan uang kepada Pak
Beni.
“Alhamdulillah,
kalian memang anak yang baik dan jujur.”
Keempat
sahabat itupun tersenyum bahagia karena bias berlaku jujur.
“Karena
kalian sudah jujur, bapak akan traktir kalian makan baso, mau?” tanya Pak Beni.
“Mau..
mau..,” mereka kegirangan.
Roy, Albert, Berta, Rachel dan Pak
Beni makan baso bersama. Itu semua karena karena kejujuran mereka, mereka
mendapatkan imbalan yang sesuai dengan apa yang mereka lakukan.
***
Mimsin Yuda Kartika, kelahiran Cirebon
delapan belas tahun yang lalu. Sekarang ia sedang melanjutkan studi di
Universitas Jenderal Soedirman Purwokerto. Sejak SMA ia aktif menjadi wartawan
sekolah di Radar Cirebon. untuk lebih lanjut bias menghubunginya di mimsinyudakartika@yahoo.co.id
.


0 komentar:
Posting Komentar